Selasa, 03 November 2015

Hidup sehat

Komponen Sistem Peredaran Darah dan Fungsi Darah

Peredaran darah dalam tubuh
Pada prinsipnya, sistem peredaran darah memiliki empat komponen utama sebagai berikut:
  1. Darah, berfungsi sebagai medium pengangkut untuk nutrisi, udara, dan zat buangan
  2. Jantung, merupakan salah satu organ dalam sistem peredaran yang berfungsi memompa darah sehingga dapat beredar ke seluruh tubuh
  3. Pembuluh darah, merupakan saluran tempat darah beredar ke seluruh tubuh
  4. Sistem lain yang dapat menambah atau mengurangi kandungan dalam darah. Misalnya, usus halus dalam sistem pencernaan tempat darah mendapatkan nutrisi yang akan dibawa ke seluruh tubuh, atau ginjal
    tempat darah mengurangi konsentrasi urea yang dikandungnya
Darah merupakan salah satu komponen sistem sirkulasi (peredaran darah) yang sangat penting. Darah merupakan suspensi berwarna merah yang terdapat dalam pembuluh darah. Warna merah ini dapat berubah-ubah, kadang-kadang berwarna merah tua dan kadang-kadang berwarna merah muda. Hal ini tergantung pada kadar oksigen dan karbon dioksida yang terkandung di dalamnya. Dalam tubuh manusia mengalir sekitar 6 liter darah. Volume darah di dalam tubuh kurang lebih 1/14 atau 8% dari berat badan.
Darah dan sistem peredaran darah memiliki fungsi sebagai berikut:
  1. Mengedarkan sari makanan (nutrisi) dari sistem pencernaan makanan ke seluruh sel-sel tubuh
  2. Transportasi oksigen dari paru-paru ke sel-sel seluruh tubuh, dan transportasi karbon dioksida dari sel-sel seluruh tubuh ke paru-paru
  3. Mengangkut zat buangan (sisa metabolisme) dan substansi beracun menuju hati untuk didetoksifikasi (dinetralkan) atau ke ginjal untuk dibuang
  4. Pengangkutan hormon dari kelenjar endokrin ke sel-sel atau jaringan target
  5. Membantu keseimbangan asam-basa cairan tubuh
  6. Mengatur suhu tubuh melalui aliran darah
  7. Mencegah hilangnya darah melalui mekanisme pembekuan darah
  8. Melindungi tubuh dari bakteri dan virus dengan mensirkulasikan antibodi dan sel darah putih.
SUMBER : http://ilmuveteriner.com/komponen-sistem-peredaran-darah-dan-fungsi-darah/

PEMERIKSAAN TANDA-TANDA VITAL (VITAL SIGNS)

Pemeriksaan Tanda-tanda vital atau Vital Signsmerupakan pengukuran fungsi tubuh yang paling dasar untuk mengetahui tanda klinis dan berguna untuk menegakkan diagnosis suatu penyakit dan berfungsi dalam menentukan perencanaan perawatan medis yang sesuai.

TANDA-TANDA VITAL

Ada Empat tanda vital utama secara rutin di pantau oleh para medis dan penyedia layanan kesehatan adalah Suhu tubuh, Denyut nadi, laju pernafasan dan Tekanan darah. Vital Signs berguna dalam mendeteksi atau pemantauan masalah medis. Pemeriksaan tanda vital dilakukan saat pertama kali anda mendapat perawatan medis, dan apabila anda dicurigai menderita suatu penyakit serius pemeriksaan vital Signs ini terus dilakukan secara berulang dan terus dievaluasi untuk mengetahui perkembangan penyakit. 
Pemeriksaan tanda-tanda vital (vital signs), Pemeriksaan Tanda-tanda vital atau Vital Signs
Selain oleh petugas medis mengukur tanda-tanda vital juga bisa anda lakukan di rumah, asalkan anda memiliki peralatan dan mengetahui metode dan cara mengukur tanda-tanda vital. apalagi buat anda yang menderita penyakit Hypertensi sebaiknya anda belajar atau meminta dokter anda untuk mengajariCara pemeriksaan Vital Signs, sehingga anda bisa melakukan kontrol tanda vital anda secara mandiri.

Jenis-jenis pengukuran Tanda vital.

1. Mengukur Suhu tubuh

Suhu tubuh normal seseorang bervariasi tergantung pada jenis kelamin, aktivitas baru-baru ini, makanan atau konsumsi cairan,  dan pada wanita, tahap siklus menstruasi. Suhu tubuh normal dapat berkisar antara 36,5 derajat C - 37,2 derajat C atau setara dengan 97,8 derajat F - 99 derajat F  

Metode pengukuran vital signs Suhu tubuh seseorang dapat dilakukan melalui salah satu cara berikut:
  1. Melalui mulut. Suhu dapat diambil melalui mulut baik menggunakan termometer kaca klasik, atau termometer digital yang lebih modern untuk mengukur suhu tubuh.
  2. Melalui Dubur. Suhu diukur pada dubur menggunakan termometer kaca / digital cenderung 0,5-0,7 derajat F lebih tinggi daripada oral.
  3. Melalui ketiak / Suhu aksila. Dapat diambil di bawah lengan menggunakan termometer. Suhu yang diambil oleh jalur ini cenderung 0,3-0,4 derajat F lebih rendah dibandingkan suhu oral.
  4. Di telinga. Sebuah termometer khusus dengan cepat dapat mengukur suhu gendang telinga, yang mencerminkan suhu inti tubuh (suhu organ internal).
  5. Di kulit. Sebuah termometer khusus dengan cepat dapat mengukur suhu kulit di dahi.
Perhatian : mengukur suhu tubuh pada anak-anak tidak dianjurkan dilakukan melalui oral, karena beresiko terjadinya kecelakaan seperti pecahnya termometer karena digigit oleh anak akibat kurangnya kesadaran anak-anak saat dilakukan pengukuran suhu tubuh. terutama pada termometer kaca yang mengandung merkuri, merkuri merupakan zat beracun yang menimbulkan ancaman bagi kesehatan manusia Karena risiko pecah.

2. Pengukuran Denyut nadi

Denyut nadi adalah pengukuran denyut jantung, atau berapa kali jantung berdetak per menit. dalam mendorong darah melalui arteri ke seluruh tubuh. Mengukur denyut nadi tidak hanya berguna untuk mengukur detak jantung saja, tetapi juga dapat menunjukkan Irama jantung dan Kekuatan pulsa

Denyut Nadi normal untuk orang dewasa sehat berkisar 60-100 denyut per menit. Denyut nadi dapat meningkat dengan olahraga, penyakit, cedera, dan emosi. Pemeriksaan tanda vital Denyut nadi yang biasa dilakukan pada arteri radial pada pergelangan tangan, pada siku ( arteri brakialis ), di leher terhadap arteri karotis, di belakang lutut ( arteri poplitea ), atau di kaki dorsalis pedis atau arteri tibialis posterior . Denyut nadi biasanya diukur dengan menggunakan stetoskop atau secara langsung menggunakan jari dengan menekan nadi penderita selama 60 detik (atau selama 15 detik dan kemudian kalikan dengan empat untuk menghitung denyut per menit).

3. Respirasi atau pernafasan

Tingkat Respirasi adalah jumlah pernapasan seseorang per menit. Tingkat biasanya diukur ketika seseorang beristirahat dengan menghitung berapa kali dada meningkat selama satu menit. pernafasan dapat meningkat karena demam atau karena penyakit dan kondisi medis lainnya. Ketika memeriksa pernapasan penting juga diperhatikan apakah seseorang memiliki kesulitan bernapas. Pernafasan normal untuk orang dewasa sehat antara 12-20 kali per menit.

4. Tekanan darah

Tekanan darah diukur dengan alat pengukur tekanan darah yang disebut dengan Tensimeter dan stetoskop, tekanan darah merupakan kekuatan darah mendorong dinding arteri. Setiap kali jantung berdetak memompa darah melalui arteri ke seluruh tubuh. tekanan darah normal seseorang dipengaruhi oleh usia, dan aktivitas fisik yang dilakukan. karena itu pemeriksaan tekanan darah dilakukan ketika beristirahat paling tidak sekitar 15 menit setelah melakukan suatu aktifvitas fisik. 

Tekanan darah normal yaitu 120/80 MmHg. ukuran tekanan darah dibagi menjadi dua yaitu sistolik dan Diastolik. Sistolik mengacu pada tekanan dalam arteri saat jantung berkontraksi dan memompa darah ke seluruh tubuh. sedangkan diastolik, mengacu pada tekanan di dalam arteri saat jantung beristirahat dan mengisi dengan darah. Pada bayi tekanan darah lebih rendah daripada orang dewasa.

SUMBER : http://www.idmedis.com/2014/12/pemeriksaan-tanda-tanda-vital-vitalsigns.html
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
hidup Sehat